Madrasah di Ruteng, Gelar Upacara Memperingati Hari Santri Nasional

By Admin 22 Okt 2018, 13:12:52 WIB Religi
Madrasah di Ruteng, Gelar Upacara Memperingati Hari Santri Nasional

Keterangan Gambar : Peserta Upacara Hari Santri Nasional Senin (22/10/2018) Bertempat di MAN 2 Manggarai


Ruteng – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober  tiap tahunnya berjalan penuh hikmat di Kota Ruteng kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur, Senin (22/10/218).

Perayaan HSN di kota Ruteng dirayakan dengan upacara bendera bersama beberapa madrasah mulai dari RA, MI, MTs dan MA sekota Ruteng dan beberapa pegawai Kementerian Agama kabupaten Manggarai yang berlokasi di MAN 2 Manggarai, pagi waktu setempat.

Sebagaimana lazimnya dalam pelaksanaan upacara bendera Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan tek UUD 1945 dan Pancasila dikumandangkan dalam upacara HSN tersebut.

Namun ada hal yang berbeda dalam upacara HSN yaitu seluruh siswa madrasah juga ikut membacakan ikrar santri, revolusi jihat dan sholawat sebagai bentuk komitmen dan penghormatan untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan perjuangan ulama serta santri sebagai upaya meneguhkan peran santri dalam bela negara, menjaga pancasila dan NKRI.

Pembina upacara bapak Jamaludin S.PdI kepala seksi Urusan Haji Kemenag kabupaten Manggarai dalam membacakan Amanat Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin menegaskan “Peringatan Hari Santri Nasional harus dimaknai sebagai upaya memperkokoh segenap umat beragama agar saling berkontribusi mewujudkan masyarakat Indonesia yang bermartabat, berkemajuan, berkesejahteraan, berkemakmuran dan berkeadilan”.

Saat yang sama, bapak Jamaludin dalam membacakan amanatnya “Hari Santri tahun ini merupakan momentum untuk mempertegas peran santri sebagai pionir perdamaian yang berorientasi pada spirit moderasi Islam di Indonesia. Dengan karakter kalangan pesantren yang moderat, toleran, dan komitmen cinta tanah air, diharapkan para santri semakin vokal untuk menyuarakan dan meneladankan hidup damai serta menekan lahirnya konflik di tengah-tengah keragaman masyarakat. Marilah kita tebarkan kedamaian, kapanpun, dimanapun, kepada siapapun. Bersama Santri Damailah Negeri”,  tutupnya.  (msr)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment